Alhamdulillah... pagi ini saya diberikan kesempatan bercakap-cakap dengan teman satu ruangan. Sebuah anugerah yang luar biasa yang diberikan oleh ALLAH kepada saya.
Percakapan pagi ini, penuh canda dan tawa tentang episode-episode yang telah saya lakukan saat mengajar. Alhamdulillah lagi, Allah mempertemukan dengan beberapa mahasiswa yang saat ini telah berganti peran menjadi rekan kerja. Bercandaan pagi hari ini menceritakan tentang style mengajar yang telah saya goreskan kepada mereka.
Saat pagi tadi kami semua tergelak-gelak, menyaksikan teman yang menirukan style mengajar saya..., Saya ternganga. Betulkah itu saya? Ko, jadi seperti ini yang tertangkap oleh mantan-mantan mahasiswa saya. Bagi saya ini adalah teguran keras. Ternyata saya sering lupa untuk mempertimbangkan respon mahasiswa yang mendengar saat saya berceletuk. Saya yang easy going, cuek---kadang kurang memperhatikan respon mahasiswa atas celetukan-celetukan saya. Maksud hati ingin berakrab ria, namun yang tertangkap justru sebaliknya. Tertawa saat mahasiswa mengulang ujian dengan maksud untuk membuat akrab, ternyata yang tertangkap adalah bahagia diatas musibah orang. Bermaksud membuat mahasiswa lebih berani bertanggung jawab justru yang tertangkap adalah dosen yang dingin dan susah untuk di-lobby...
Percakapan pagi ini, penuh canda dan tawa tentang episode-episode yang telah saya lakukan saat mengajar. Alhamdulillah lagi, Allah mempertemukan dengan beberapa mahasiswa yang saat ini telah berganti peran menjadi rekan kerja. Bercandaan pagi hari ini menceritakan tentang style mengajar yang telah saya goreskan kepada mereka.
Saat pagi tadi kami semua tergelak-gelak, menyaksikan teman yang menirukan style mengajar saya..., Saya ternganga. Betulkah itu saya? Ko, jadi seperti ini yang tertangkap oleh mantan-mantan mahasiswa saya. Bagi saya ini adalah teguran keras. Ternyata saya sering lupa untuk mempertimbangkan respon mahasiswa yang mendengar saat saya berceletuk. Saya yang easy going, cuek---kadang kurang memperhatikan respon mahasiswa atas celetukan-celetukan saya. Maksud hati ingin berakrab ria, namun yang tertangkap justru sebaliknya. Tertawa saat mahasiswa mengulang ujian dengan maksud untuk membuat akrab, ternyata yang tertangkap adalah bahagia diatas musibah orang. Bermaksud membuat mahasiswa lebih berani bertanggung jawab justru yang tertangkap adalah dosen yang dingin dan susah untuk di-lobby...
Sungguh, saya tidak bermaksud demikian.
Sungguh, saya hanya ingin membuat hidup mahasiswa saya lebih baik.
Sungguh, saya hanya ingin melihat mahasiswa saya menjadi manusia-manusia yang berkelas, bertanggung jawab.
Dan kesuksesan itu bukan diukur dari banyaknya harta maupun tahta.
Tetapi kesuksesan itu lebih pada kematangan karakter kita.
Dan saya ingin, ingin sekali menjadi bagian yang menggoreskan kematangan karakter bagi mereka.
Namun, mungkin yang tertangkap tidak seperti yang saya rencanakan.
Saya mencatat dalam hati, bahwa kejadian ini adalah sebuah pelajaran. Ya... saya harus belajar.
Sebuah cita-cita yang baik namun jika pengemasannya tidak elegan, ternyata ditangkap oleh konsumen sebagai sesuatu yang tidak spesial...
Sesuatu yang baik juga harus dikemas dengan cara yang elegan...
Sebuah cita-cita yang baik namun jika pengemasannya tidak elegan, ternyata ditangkap oleh konsumen sebagai sesuatu yang tidak spesial...
Sesuatu yang baik juga harus dikemas dengan cara yang elegan...
Mengevaluasi cara mengajar saya...
Mengevaluasi cara berkomunikasi saya...
Mengevaluasi cara saya bertanya dan berinteraksi dengan mahasiswa...
Mengevaluasi cara saya mendengar...
Mengevaluasi, evaluasi, evaluasi...
Lakukan.. lalu evaluasi... lalu perbaiki... begitu seterusnya.
Mahasiswa adalah bagian dari investasi akhirat saya.
Investasi ilmu.
Investasi waktu.
Jika diniatkan dan dilakukan dengan benar, itu adalah MLM pahala yang berjalan sepanjang hidup kita bahkan sampai kita mati.
Investasi waktu.
Jika diniatkan dan dilakukan dengan benar, itu adalah MLM pahala yang berjalan sepanjang hidup kita bahkan sampai kita mati.
Alhamdulillah, Allah menegur saya dalam teguran yang sungguh indah.
Ringan namun berbobot.
Alhamdulillah, Allah mempertemukan saya dengan orang-orang yang tidak sekedar memuji namun memberikan kritik yang membangun.
Alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan bagi saya mengetahui kesalahan dan ber-azzam untuk memperbaikinya...
Alhamdulillah... alhamdulillah... alhamdulillah...
Semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi...
Bermanfaat bagi umat dengan cinta, kerja dan harmoni yang berbekal ridho Illahi...
Aamiin.

No comments:
Post a Comment